Pages

Selasa, 31 Mei 2011

Cerita Bokep Jaksa Mesum


naikan rokmu sedikit” kata jaksa sibutar butar menyeringa sambil memandang betis mulus nia.
” pak, jangan pak ” kata Nia kebingungan.
ayo, naikan sedikit ibu Nia ” kembali jaksa itu memerintah.

Nia, ibu rumah tangga ini kebingungan tdk tahu harus berbuat apa.
bila pak jaksa tdk dituruti kemauannya, nia takut suaminya akan dituntut hukuman berat.

Nia menegok kekiri dan ke kanan. di salah satu sudut ruangan di pengadilan negeri jakarta, hanya ada nia dan jaksa sibutar butar.
tempat itu sebenarnya adalah ruang arsip yg hanya bisa diakses dari ruang sebelah. jejeran arsip yg tinggi seperti di perpustakaan.
ruangan itu memiliki jendela. dari tempat duduk nia disamping pak jaksa bisa melihat orang hilir mudik.
maklum hari iru hari rabu, di pengadilan sedang banyak sidang.
namun, orang2 tdk ada yg sampai menengok ke jendela u mengintip kejadian itu.

nia menghela nafas panjang. minggu deppan suaminya anton akan dituntut oleh pak jaksa u kasus kepemilikan 20 butir inex.
tak terbayang oleh nia kalau anton sampai dituntut hukuman berat.

nia sdh menyerahkan sejumlah uang kpd pak jaksa.
namun, nampaknya uang saja tdk cukup.
pak jaksa mau lebih.

di usianya yg baru 30 puluh, nia dg anak satu ,berwajah seperti rini s bono, masih memiliki tubuh mulus.
moyang periangan ini memang mantan pragawati terkenal ibukota.
dg tinggi 175 cm, badan berisi dan buah dada yg masih ranum.
kakinya yg jenjang dan mulus merupakan daya tarik luar biasa u lawan jenisnya.

perlahan nia mulai menaikan rok yg dia kenakan. posisi Nia disamping pak jaksa sangat tdk menguntungkan.
mata sibutar butar melotot saat nia menaikan roknya secara perlahan lahan.
betis membunting spt padi dg paha yg mulus, membuat tangan pak jaksa tdk tahan u mengelus elusnya.

ugh..jangan,,pak..kata nia saat dia mersakan tangan kasar lelaki itu menjamah pahanya.

tapi tangan itu terus saja bergerilya.
kont*l pak jaksa dibalik seragamnya berdiri tegak.

jaksa itu tiba2 berdiri dan mendekati wajahnya ke nia.

cium aku ibu nia” katanya.

jangan pak ” kata nia

saya sdh bersuami’ lanjutnya.

cium aku atau …….kata pak jaksa mengancam.

nia terpaksa mencium tipis bibir pak jaksa.
tangan pak jaksa memeluk tubuh nia dan menciumnya dg penuh nafsu.
lidah lelaki hidung belang itu dg liarnya menjelajahi mulut nia.
mau tak mau maia terpaksa melayani ciuman jahanam itu.

pak jaksa kemudian duduk dan membuka resleting celananya.
nongolah kont*lnya yg lumayan besar dan panjang.

tolong ibu nia berjongkok” kata lelaki itu.

nia tambah bingung
tapi ia tahu harus melakukannya.
nia berjongkok dan perlahan disodori batang kont*l bp jaksa.
nia memegang batang itu dg gemetar dan menengok kearah jendela takut ada yg melihat. orang2 berlalu lalang seakan tak acuh.

nia memberanikan diri u menjilati penis lelaki yg bukan suaminya itu.

oh..
oh….Nia…..enak sayang” desis pak jaksa

hisap terus batang kont*lku ibu anton…..katanya lagi.

Nia terpaksa menjilati dan mengulum batang itu.
selama lima menit nia melayanibatang itu.
pak jaksa berkali kali menekan kepala nia agar menyedot kont*lnya lebih dalam.
baju atas nia, sdh terbuka. buah dadanya yg beasar dan padat keluar dari sarangnya saat di pencet dan dirogoh jaksa jahanam itu.
putingnya yg mancung kelihatan kencang menantang.

eh puting2 ibu Nia sdh kenceng”

sdh nafsu juga ya bu” kata pak jaksa

pak…tolonglah..ampuni saya…kata nia memelas

sudah ya pak” mohon ibu muda itu.

“belum ibu nia….” kata jaksa itu. sambil memainkan puting2 ibu nia.

buah dada ibu putih besar dan kenyal” kata pak jaksa sambil meremas remasnya.

” duduk di pangkuanku bu” kata lelaki itu memerintah.

pakkkk….kata nia merengek.

duduk kataku ” bentak si jaksa

Nia berdiri dan terpaksa duduk di pangkuan pak jaksa.

pak…. aku takut….
nanti orang diluar melihat kita..” kata nia ketakutan.

pak jaksa malah memelorotkan celananya ke kakinya sambil mendudukan ibu nia.
dipeluknya tubuh isteri pak anton itu dg penuh nafsu.

buah dada nia yg jelas keluar dari branya diremas remasnya.
perlahan tangan pak jaksa mencari resluiting rok ibu nia.
tanpa ampun, rok itu dilepaskannya.
nia menutup mata menahan malu.
sekarang hanya tinggal cd dan baju atas yg sdh berantakan.
paha mulus dg kaki yg jenjang benar2 pemandangan yg luar biasa bagi lelaki manapun.

tanpa membuang waktu, diciumnya tengkuk ibu nia.
lidahnya menjelajahi leher dan telinga wanita itu.
setelah itu dg pelan tp pasti tangan lelaki itu menyelip di balik cd wanita itu.
terasa gumpalan daging lembut diantara selanhgkangan Nia.

ugh…..

oooohhhhh

kata nia. saat tangan pak jaksa menyentuh halus clitorisnya.

dijelajahinya secara perlahan daging mentah itu.

kacang ibu nia dikocok perlahan oleh pak jaksa.

diam diam nia mulai merasakan nafsu birahinya meningkat.
selama sepuluh menit tangan itu mengocok mem*k ibu nia.
mem*k nia pun mulai basah.

entah bagaimana mulanya tahu2 cd ibu Nia sdh melorot dan batang kont*l yg sedari tadi kencang menempel di pinggangnya sdh menembus vagina nia yg basah.

Nia lupa dimana dia berada.

ugh..ugh…desis ibu muda itu penuh nafsu

setiap kali kont*l itu masuk ke mem*knya yg dalam.

tanpa diperitah lagi. Nia menaik turunkan tubuhnya yg sdh gatal itu.

lewat jendela nia menyaksikan orang2 berlalu lalang.

selama lebih dari lima belas menit nia menaik turunkan tubuhnya.
udara ruangan yg pengap menyebabkan mereka berkeringat.
nia dan pak jaksa sudah lupa daratan
pompaan nia di kont*l pak jaksa menimbulkan sensasi yg luar biasa buat pak jaksa.
pak jaksa tdk menyangka dapat menyetubuhi istri orang. bangsat itu benar2 menikmati setiap genjotan nyonya muda itu.

Nia mulai menikmati batang kont*l pemerkosanya.
karena terhanyut dlm nafsu birahi yg membakar, Nia kemudian tanpa malu lagi berdiri dan tangannya bertumpu di meja.

pak jaksa tersenyum

ibu sudah gatel ya?
nia diam saja. dia merasakan kegatelan yg luar biasa di selangkangannya. nia ingin dientot doggy. wanita ini sdh lupa bahwa dia adalah isteri anton.

ahhh..ahhhh …….desis nia kegatelan.

ketika batang kont*l pak jaksa kembali masuk dan menghujam vagina basah Nia

plaakkk..plaakk..” terdengar suara batang kont*l lelaki itu menghantam mem*k Nia.
setelah sepuluh menit pak jaksa menarik dg kasar rambut ibu nia.

ohhh… ohhhh…bu nia..
oh..bu..enak…buuuu…
entot bu….

entot…….entottttt……ent ooooooooooot.
seraya menjambak keras rambut ibu anton, pak jaksa sibutarbutar menyemprotkan spermanya keliang cinta ibu muda itu dg kencangnya.

ohhh,,ohhh…pak

ohhh…
ohhhh.. pakkkkk

rupanya nia pun mencapai orgasme juga.

tubuh kedua insan itu berkelojatan di puncak persetubuhan mereka.
keringat mengalir deras. baju seragam dan baju ibu muda itu basah kuyup.

entah berapa lama meraka terdiam.
batang kont*l pak jaksa masih menancap di vagian Nia dan sperma nya mulai meleleh membasahi paha ibu itu.

air mata nia mulai meleleh menahan malu bukan kepalang. apa kata anton seandainya suaminya itu mengetahui kejadian ini.
namun dibalik penyesalan itu, nia harus mengakui jaksa bangsat ini benar2 mampu memuaskan libidonya. sangat jauh dibandingkan anton yg hanya bertahan 5 menit setiap kali mereka melakukan hubungan suami isteri. sodokan sodokan batang kont*l sibutar butar masih luar biasa enaknya.

tiba2 pintu dari sebelah ruangan terbuka.
kedua insan yg masih dlm posisi senggama terkejut luar biasa.

pak Hamid, kanit arsip berusia 55 thn berdiri tegak memandang mereka.
beliau tdk menyangka ruangan arsipnya dipake u bercinta.
ada aroma marah yg luar biasa di mata orang tua itu.

setelah kejadian itu, jaksa sibutar butar diskors dan tdk boleh menangani perkara oleh atasannya.
ada laporan lisan dari pengadilan negeri ke kejaksaan tinggi atas tindakannya yg tdk senonoh itu

sedangkan Nia dibebaskan dari segala tuduhan

tepat sebulan kemudian. Nia menerima telpon dari seseorang.
nomernya tdk nia kenal.

ya…siapa?

selamat siang bu” Nia” terdengar suara diseberang.

siapa ya? tanya Nia

“Hamid bu. saya Hamid. masih ingat bu?” suara diseberang terdengar dg nada ceria.

Nia lemas mendengar suara itu.

TAMAT

Senin, 30 Mei 2011

Istri Kepala Dinas


Perkenalkanlah namaku Galaxy. Aku adalah seorang teknisi parabola, dan bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan antena parabola yang tentu saja membutuhkan teknisi untuk melayani pemasangan dan perbaikan parabola. Di perusahaan ini walau bukan paling senior tetapi aku tergolong paling terampil dan cekatan, hingga jika pimpinan dapat pekerjaan besar, aku yang jadi andalannya.

Suatu hari aku mendapat tugas untuk memasang antena parabola di rumah kepala dinas sebuah bank pemerintah. Dengan dibantu 2 orang asisten yakni Edo dan Salim, aku berangkat ke alamat tujuan sambil menenteng segala peralatan. Waktu itu aku diantar sopir kemudian setelah sampai di tujuan, kami bertiga diturunkan berikut segala barang dan peralatannya. Di rumah dinas yang terkesan asri karena dipenuhi pohon mangga, kami diterima oleh satpam yang kemudian setelah mengadakan kontak lewat intercom diberi ijin masuk.

Seorang wanita muda berumur sekitar 25 tahun dengan berbusana daster biru malam, sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus menyambut kami. Sekejap aku terpesona melihat kecantikan wajahnya, bibir dan hidungnya luar biasa indahnya.
“Selamat pagi, Mbak…., kami yang mau memasang parabola pesanan bapak kepala”.
“Ohh, iya silakan masuk saja Mas.., tapi bapak masih dinas, dan kebetulan rumah lagi sepi jadi terserah Mas saja masangnya”.

Tanpa basa basi lagi aku segera memerintahkan asistenku untuk segera mulai bekerja, dengan harapan bisa berkenalan tanpa gangguan, siapa tahu nasibku sedang mujur. Dari perkenalan, wanita tersebut bernama Asni dan adalah istri kepala dinas, tepatnya istri kedua, yang duda karena ditinggal mati. Semula kuduga dia adalah anaknya, tapi ternyata ibu dari 2 anak tiri yang umurnya sebayanya. Kedua anak-tirinya wanita dan cantik-cantik, terlihat dari foto besar yang terpajang di ruang keluarga.

Sementara kedua asistenku sedang merakit parabola, aku asyik menerangkan aneka macam seputar parabola, mulai dari acara siaran sampai cara merawat parabola. Kelihatan Mbak Asni juga antusias mendengarnya, padahal aku cuma asal bicara agar bisa berlama-lama dekat dengan Mbak Asni sambil terus membayangkan besarnya payudara yang mengembung besar di balik dasternya. Mbak Asni duduk persis di depanku, hingga waktu aku memberi keterangan sambil membuat tulisan di meja, dia terpaksa menunduk untuk ikut membacanya, dan karena krah dasternya longgar sekali maka otomatis semua isi di dalamnya jadi ternganga lebar, jantungku seketika bergetar-getar tak menentu saat menyaksikannya. Batang kemaluanku mendadak beringas laksana torpedo hendak meluncur. Aku tak tahu apa Mbak Asni tahu kalau aku jadi keterusan nulis-nulis sambil sesekali melirik ke balik dasternya. Tampaknya dia cuek saja sambil mendengar penjelasanku.

“Diminum dulu Mas…, tehnya, mumpung masih hangat!”, katanya sambil tersenyum manis setengah menggoda. Akupun jadi salah tingkah dan mengiyakannya. Tehnya memang hangat dan segera menyegarkan otakku kembali. Daripada pusing memikirkan cara untuk menggapai gunung kembar, aku minta diri untuk mengawasi pekerjaan asisten.

Tak terasa hari telah menjelang sore ketika pekerjaan selesai. Terlihat Mak Asni tengah bersiap untuk mandi. Pikiran kotor langsung menyergap, dan tak kuasa aku menolaknya. Membayangkan kala tangannya mengusap lembut seluruh tubuhnya, lalu dadanya, lalu perutnya, lalu anunya, lalu…, wow, Mbak Asni tidak menyadari kalau mataku terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi telah tertutup aku jadi merasa kehilangan.

Dengan reflek aku memberi kode dengan jari telunjuk berdiri di depan mulut pada kedua asistenku. Keduanya malah cengengesan. Tanpa komando, kami kompak menggotong sebuah kursi tinggi agar bisa mengintip lewat lubang angin di atas pintu. Aku langsung saja merebut kesempatan pertama untuk menaiki kursi, dan karena besarnya lubang angin maka seluruh isi kamar mandi jadi terlihat.

Mbak Asni tampak mulai mengangkat ujung dasternya ke atas hingga melampaui kepalanya. Tubuhnya tinggal terbalut celana dalam warna coklat dan BH, itupun tak berlangsung lama, karena segera dia melucutinya. Dadaku terasa mau pecah saking menahan napas. Luar biasa keindahan ciptaan Tuhan yang satu ini. Tetapi aku terkejut dengan caranya mandi, tanpa diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun cair, lalu tangannya meremasi kedua payudaranya dan berputar-putar di ujungnya. Batang kemaluanku seakan turut merasakan pijitannya jadi membesar. Dengan posisi berdiri sambil bersandar tembok, Mbak Asni meneruskan permainannya ke bawah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging seperti orang kepedasan cabe. Tak sadar tanganku ikut memijiti batang kemaluanku sendiri. Sayang kedua asistenkupun minta giliran jatah tontonan gratis yang aduhai. Merekapun jadi seperti terkena tegangan tinggi, celana kombornya tak mampu menyembunyikan batang yang mencuat kencang.

“Ayo, Mass…, masuk saja tak perlu mengintip begitu, kan nggak baik, pintunya tidak terkunci kok!”, tiba-tiba terdengar seruan lembut bernada ajakan. Tetapi terus terang kelembutan itu membuat kami hampir pingsan dan amat sangat mengejutkan. Kami serentak saling berpandangan kebingungan.
“Maaf yah Mbak…, kami tidak sengaja kurang ajar”.. Aku menjawab sambil mengambil inisiatif pelan-pelan memutar handel pintu kamar mandi yang memang benar tidak terkunci. Tetapi setelah pintu terbuka, kami bertiga seperti patung menyaksikan pemandangan yang tidak pernah terbayangkan. Mbak Asni tersenyum manis sekali dan tanpa canggung melambaikan tangannya agar kami lebih mendekatinya. Wah tentu saja kami tak perlu mendengar suara ulangan lagi, serempak kami bertiga mengerubuti sang dewi.

Dengan posisi duduk di atas bak mandi Mbak Asni menyuruh kami mandi dahulu agar bau keringat kami lenyap. Aku, Edo, dan Salim segera melepas semua pakaian masing-masing, dan seperti anak kecil berebutan mandi di bawah siraman shower. Tanpa rasa malu kami bertiga telanjang bulat di hadapan Mbak Asni. Batang kemaluan kami sudah pada posisi maksimal, mengacung-acung keras minta perhatian. Mbak Asnipun kegelian melihat tingkah kami bertiga. Lalu Mbak Asni memandikan kami satu per satu. Batang kemaluanku yang terlihat paling besar, berdenyut-denyut kala tangan Mbak Asni mengelusinya dengan sabun. Ah, nikmat sekali apalagi begitu tangannya bergerak maju mundur, segera kuraih gunung impianku yang telah nyata di depan hidung dan meremasinya sambil mulut kami saling berpagutan. Sementara Edo dan Salim tidak mau ketinggalan, mereka memang tim yang kompak. Tangan Edo menggerayangi selangkangan Mbak Asni yang nyaris tertutup seluruhnya oleh bulu ikal yang lebat. Sedang Salim kebagian pekerjaan menjilati pantat Mbak Asni, kelihatan Mbak Asni keenakan sekali ketika ujung lidah Salim menjongkel-jongkel lubang anusnya. Tangan Mbak Asnipun dengan adil bergantian meremas dan mengocok batang kemaluan kami, yang tentu saja membuat kami semua mengerang kenikmatan.

Mungkin karena kurang leluasa dengan posisi berdiri, Mbak Asni mengajak kami bertiga segera menyudahi acara mandi bersama. Dan mengajak pindah lokasi ke kamar tidur. Salim yang anak keturunan Arab telentang di atas kasur, batangnya yang sangat panjang menegang ke atas persis seperti orang punya ekor. Mbak Asni tanpa ragu-ragu segera mengangkanginya dan menyodorkan vaginanya. Salim kegirangan segera menjilatinya dengan rakus sampai berbunyi cipak-cipuk. Mbak Asnipun keenakan sambil menyosor-nyosorkan vaginanya ke mulut Salim agar lidah Salim lebih masuk ke dalamnya. Tanpak Salim semakin gigih menyedoti cairan vagina Mbak Asni. Sedang Edo yang tak tahan menunggu lalu menyodorkan batangnya yang bulat hitam ke mulut Mbak Asni. Mulut Mbak Asni tampak menganga menyambut kehadirannya. Lidahnya berputar-putar mengulum batang Edo, lalu memainkannya maju mundur. Terang saja Edo melenguh-lenguh merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Aku tak habis berpikir menyaksikan istri seorang pejabat terhormat dengan ganas mengerang-erang menikmati pelayanan kami. Barangkali suaminya memang sudah tua atau impoten, hingga tidak menyia-nyiakan kehadiran kami. Padahal menurutku Mbak Asni cantik sekali, hidungnya mancung, bibirnya agak tebal, sensual sekali. Dan badannya padat berisi apalagi kala kuremas-remas payudaranya jelas seperti gadis perawan. Membuatku gemas sekali menyedoti ujung puting susunya. Lidahku mengais-ngais agak ngawur ke sana ke sini. Tapi semakin ngawur semakin membuat Mbak Asni bersemangat mengocok batang Edo dengan mulutnya. Dan akhirnya Edo tampak kewalahan menahan permainan Mbak Asni. Tangannya mencengkeram kepala Mbak Asni sambil mendorong ke arah selangkangannya. Hingga batangnya habis tertelan mulut Mbak Asni, lalu “Cret…, cret…, crettt”, Batang Edo menyemburkan maninya, Mbak Asnipun tidak merasa jijik atau bagaimana segera menelan habis mani Edo, sambil lidahnya terus menjilati ujung batang Edo. Karuan saja Edo kegelian dan terus memuntahkan “lahar” hingga loyo.

Aku segera membalik badan Mbak Asni lalu kedua kakinya buru-buru kuangkat ke atas. Vaginanya kelihatan terbuka kemerahan walau dirimbuni bulu yang sangat lebat. Lalu…, “Blesss”, sekali tancap batangku amblas ke dalamnya. Karena batangku sudah berdenyut-denyut dari tadi maka seperti orang kesetanan aku mengayunkan pinggangku maju mundur. Mata Mbak Asni membelalak merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Dari liang kewanitaannya mengalir cairan lendir banyak sekali. Akibatnya goyanganku menimbulkan suara gaduh. Mbak Asni mengerang-erang kala aku menyemburkan air maniku.Banyak sekali keluarnya, maklum lagi bernapsu besar.

Salim segera menggantikan posisiku, dan langsung memompa vagina Mbak Asni. Aduh, tak terbayangkan kenikmatan yang dirasakan oleh Mbak Asni. Mukanya tampak bahagia sekali. Pinggulnya menghentak-hentak mengikuti gerakan Salim. Apalagi batang Salim yang sangat panjang membuat Mbak Asni kelojotan kala batang itu mengayun tandas ke dalam. Sambil meremas keras sprei kasur, Mbak Asni kelihatan mencapai klimaks yang entah ke berapa. Sampai Salim pun menggelepar di atas perut Mbak Asni.

TAMAT

Sabtu, 28 Mei 2011

Indahnya Dengan Kekasih Baruku


Pada tahun 2005 aku tercatat sebagai siswa baru pada SMUN ** (edited), pada waktu itu sebagai siswa baru. Yah, acara sekolahan biasa saja, masuk pagi pulang sekitar jam 14:00, sampai pada akhirnya aku dikenalkan oleh teman seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat sekolahku yaitu di SMPN ** (edited). Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih agak malu-malu, kulihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya, sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis sekali dan kulitnya walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info, tinggiku 165 cm dan umurku waktu itu 16 tahun).

Aku berkata, “Siapa nama kamu?” dia jawab L**** (edited).
Setelah berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing. Besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janjian keluar besok harinya sebagai jalan pertama, sekaligus cinta pertamaku membuatku deg-degan, tetapi namanya lelaki yah… jalan terus dong.

Akhirnya malam harinya sekitar jam 19:00, aku telah berdiri di depan rumahnya sambil mengetuk pagarnya, tidak lama setelah itu L**** muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali, dia mengenakan kaos ketat dan rok yang kira-kira panjangnya hampir mencapai lutut berwarna hitam.
Aku tanya, “Mana ortu kamu…?” dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
“Oohh…” jawabku. Aku tanya lagi, “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (Papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan Wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku, dan tanpa disuruh pun dia langsung memeluk dari belakang.
Penisku selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motorku waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).

Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan, kami langsung pulang ke rumahnya. Setelah tiba kulihat rumahnya masih sepi, mobil papanya belum datang.
Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk! Papaku kayaknya belum datang.”
Akhirnya setelah menaruh motor, aku langsung mengikutinya dari belakang, aku langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok berjalan di depanku. Kulihat jam ternyata sudah pukul 21:30, setiba di dalam rumahnya kulihat tidak ada orang.

Kubilang, “Pembantu kamu mana?” dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
“Oohh…” jawabku.
Aku tanya lagi, “Jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?” dia jawab iya.
“Terus Papa kamu yang bukain siapa…”
“Aku…” jawabnya.
“Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih…” tanyaku.
Dia bilang paling cepat juga jam 24:00.

Langsung saja pikiranku ngeres sekali.
Kutanya lagi, “Kamu memang mau jadi pacarku..?”
Dia bilang, “Iya…”
Lalu aku bilang, “Kalau gitu sini dong dekat-dekat aku..!”
Belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung kutarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali, tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil kuremas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) dia pun mengeluh, “Ohh.. oohh sakit,” katanya.

Aku langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…” dia cuma mengangguk.
Payudaranya kuremas dengan kedua tanganku sambil bibirku menjilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung kulumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kami pun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penisku langsung kurasakan menegang dengan kerasnya. Aku mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku di balik celanaku, dia cuma menurut saja, lalu kusuruh untuk meremasnya.

Begitu dia remas, aku langsung mengeluh panjang, “Uuhh… nikmat sayang,” kataku.
“Teruss…” dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan wajahku di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya, aku jilati payudaranya sambil kugigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “Aahh… aahh…”
Dia pun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya, aku langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama aku main cewek, baru aku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Kujilat kedua payudaranya sambil kugigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah.
“Aahh… sakkiitt…” tapi aku tidak ambil pusing, tetap kugigit dengan keras.
Akhirnya dia pun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.

Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajahku. Sambil aku memandangi wajahnya yang sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut.
Dia pun kembali mendesis, “Ahh… aahh…” kemudian kutarik payudaranya dekat ke wajahku sambil kugigit pelan-pelan.
Dia pun memeluk kepalaku tapi tangannya kutepiskan. Sekelebat mata, aku menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup, aku pun menyuruh dia untuk penutup pintunya, dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap, karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yang membuat hati siapa saja akan lemas melihat payudara yang seperti itu.

Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju aku. Aku pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tanganku tapi tetap dalam keadaan berdiri kujilati kembali payudaranya. Setelah puas mulutku pun turun ke perutnya dan tanganku pelan-pelan kuturunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali menghisap puting payudaranya. Tanganku pun menggosok-gosok selangkangannya, langsung kuangkat pelan-pelan rok yang dia kenakan, terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang berwarna putih.
Kuremas-remas liang kewanitaannya dengan terburu-buru, dia pun makin keras mendesis, “Aahh… aakkhh… ohh… nikmat sekali…” Dengan pelan-pelan kuturunkan CD-nya sambil kutunggu reaksinya, tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan). Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Aku pun menjilatinya dengan penuh nafsu, dia pun makin berteriak, “Aakkhh… akkhh… lagi… lagii…”

Setelah puas aku pun menyuruhnya duduk di lantai sambil aku membuka kancing celanaku dan kuturunkan sampai lutut, terlihatlah CD-ku. Kutuntun tangannya untuk mengelus penisku yang sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku. Dia pun mengelusnya lalu mulai memegang penisku. Kuturunkan CD-ku, maka penisku langsung berkelebat keluar hampir mengenai wajahnya. Dia pun kaget sambil melotot melihat penisku yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm), aku menyuruhnya untuk melepas kaos yang dia kenakan dan roknya juga, seperti dipangut dia menurut saja apa yang kusuruh lakukan. Dengan terburu-buru aku pun melepas semua bajuku dan celanaku, kemudian karena dia duduk di lantai sedangkan aku di kursi, kutuntun penisku ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Kusuruh untuk membuka mulutnya tapi sepertinya dia ragu-ragu.

Setengah memaksa kutarik kepalanya, akhirnya penisku masuk juga ke dalam mulutnya.
Dengan perlahan dia mulai menjilati penisku, langsung aku teriak pelan, “Aakkhh… aakkhh…” sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan penisku di dalam mulutnya.
“Aakk… akk… nikmat sayyaangg…”
Setelah agak lama akhirnya aku suruh berdiri dan melepaskan CD-nya, tapi muncul keraguan di wajahnya, akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga, maka telanjang bulatlah dia di depanku sambil berdiri. Aku pun tak mau ketinggalan, aku langsung berdiri dan langsung melepas CD-nya. Aku langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tanganku meremas-remas kedua payudaranya yang putingnya sudah semakin tegang, dia pun mendesis, “Aahh… aahh… aahh… aahh…” sewaktu tangan kananku aku turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.

Setelah agak lama baru aku sadar bahwa jariku telah basah. Aku pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan kusiapkan penisku. Kugenggam penisku menuju liang senggamanya dari belakang. Kusodok pelan-pelan tapi tidak mau masuk-masuk, kusodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok, tangannya pun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, “Aahh… ssaayaa… ssaayaangg… kaammuu…” aku pun terus menyodok dari belakang.
Mungkin karena kering, penisku nggak mau masuk-masuk juga. Kuangkat penisku lalu kuludahi tanganku banyak-banyak dan kuoleskan pada kepala penisku dan batangnya, dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Kugenggam penisku menuju liang senggamanya kembali.

Pelan-pelan kucari dulu lubangnya, begitu kusentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali, “Ahh… aahh…” kutuntun penisku menuju lubang senggamanya itu tapi aku rasakan baru masuk kepalanya saja, dia pun langsung menegang tapi aku sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yang keras kusodok kuat-kuat lalu aku rasa penisku seperti menyobek sesuatu, maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…” aku rasakan penisku sepertinya dijepit oleh dia keras sekali sehingga kejantananku terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya.
Aku lalu bertahan dalam posisiku dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata, “Tahann.. sayang… cuman sebentar kok…”

Aku memegang kembali payudaranya dari belakang sambil kuremas-remas secara perlahan dan mulutku menjilati belakangnya, lalu lehernya, telinganya dan semua yang bisa dijangkau oleh mulutku agak lama.
Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciumanku di badan dan remasan tanganku di payudaranya, “Ahh… aahh… ahh… kamu sayang sama aku kan?” dia berkata sambil melihat kepadaku dengan wajah yang penuh pengharapan.
Aku cuma menganggukkan kepala, padahal aku sedang menikmati penisku di dalam liang kewanitaannya yang sangat nikmat sekali seakan-akan aku sedang berada di suatu tempat yang dinamakan surga.
“Enak sayang?” tanyaku.
Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh… aahh…” lalu aku mulai bekerja, aku tarik pelan-pelan penisku lalu aku majukan lagi, tarik lagi, majukan lagi, dia pun makin keras mendesis, “Aahh… ahh… ahhkkhh…”

Akhirnya ketika kurasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi, aku pun mengeluar-masukkan penisku dengan cepat, dia pun semakin melenguh menikmati semua yang aku perbuat pada dirinya sambil terus meremas payudaranya yang besar itu.
Dia teriak, “Akuu mauu keeluuarr…”
Aku pun berkata, “Aahhkk saayanggkkuu…”
Aku langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai aku rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya, tapi aku benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, “Ahh… aahh… ahh… akkhh… akkhh… truss…” langsung dia bilang, “Sayyaa keelluuaarr… akkhh… akhh…” tiba-tiba dia mau jatuh, tapi aku tahan dengan tanganku.
Kupegangi pinggulnya dengan kedua tanganku sambil kukocok penisku lebih cepat lagi, “Akkhh… akkhh… ssaayyaa mauu… keelluuaarr… akkhh…” peganganku di pinggulnya kulepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.

Dari penisku menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott… croott… ccrroott…” Aku melihat air maniku membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks sayangkuu…” sambil berjongkok kucium pipinya sambil kusuruh jilat lagi penisku. Dia pun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu aku bilang untuk memakai pakaiannya, dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.

Setelah kami berdua selesai aku mengecup bibirnya sambil berkata, “Aku pulang dulu yah sampai besok sayang…!” Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin menyesal, tidak tahu ahh. Kulihat jamku sudah menunjukkan jam 23:35, aku pulang dengan sejuta kenikmatan.

TAMAT

Jumat, 27 Mei 2011

Pengalaman Seorang Istri 03


Sambungan dari bagian 02

Tentang Masturbasi dan Orgasme

Sejak berpacaran dan bercumbu dengan Abang, aku mulai seringkali merasa gairah seksualku meningkat. Aku sering merasa ingin dipeluk, dicumbu dan melakukan kontak seksual dengan Abang. Aku seringkali berpikir bercumbu dengan Abang dan aku bermasturbasi. Banyak cara bermasturbasi, Abang mengajariku berbagai macam cara bermasturbasi, tapi aku lebih senang memeluk bantal guling, dengan aku berada di atas guling, aku menggerak-gerakkan pinggulku menggesekkan klitoris pada bantal guling sampai orgasme. Posisi seperti menunggang kuda ini memang amat sering membuatku orgasme. Hampir 90% orgasmeku, baik masturbasi maupun kontak seksual dengan Abang aku dapatkan dengan posisi seperti ini. Posisi ini memang memungkinkan aku menentukan sendiri daerah mana yang lebih enak digesekkan, dan seberapa besar gesekan yang pas.

Dalam bermasturbasi, aku selalu membayangkan Abang di bawah, dan aku berada di atasnya. Aku juga pernah mencoba menggunakan shower air hangat, rasanya menyenangkan dan mengasyikan, tapi tekanan air aku anggap masih kurang pas buatku, aku tidak dapat orgasme dengan menggunakan teknik pancuran ini. Aku juga tidak suka menggunakan tangan, karena kurang nyaman bila memegang daerah klitoris.

Aku menyesal baru mengetahui masturbasi setelah mengenal Abang. Karena jika aku sudah mengenal masturbasi sejak dulu, tentunya aku lebih dulu merasakan kenikmatan ini. Saat ini, aku terus melakukannya bila kangen dengan Abang, hasratku meninggi. Apalagi aku dan Abang berada di lain kota, maka masturbasi memang jalan keluar yang terbaik untuk melepas keinginan seksualku. Terkadang aku menjadi sangat terangsang bila Abang mengatakan di telepon bahwa batang kemaluannya sedang ereksi, atau Abang sedang merayu-rayuku. Setelah meneleponku, aku mulai merangsang klitorisku dengan menggesek-gesekkan daerah kelaminku ke bantal guling.

Tidak seperti wanita lain yang kubaca di literatur atau buku-buku, aku adalah wanita yang cepat sekali mendapat orgasme. Dengan Abang, aku hampir selalu orgasme, apalagi dengan posisi aku berada di atas. Aku selalu merasakan puncak kenikmatan seksual yang amat sangat menyenangkan bila kontak seksual dengan posisi ini. Dalam satu kali melakukan kontak seksual ataupun masturbasi, aku hanya bisa orgasme satu kali. Sulit sekali untuk mendapatkan orgasme yang kedua apalagi ketiga. Aku harus menunggu lama sekali, biasanya melakukan aktivitas dulu baru bisa orgasme lagi. Itupun hanya satu kali. Tetapi bagiku ini bukan suatu masalah. Aku sudah cukup beruntung dapat menikmati kenikmatan surgawi yang luar biasa hampir di setiap kontak seksual.

Aku tidak dapat membayangkan wanita lain yang tidak pernah mengalami orgasme, aku tidak dapat membayangkan kehidupan seksual mereka yang kurang menyenangkan. Bagiku orgasme adalah sangat penting. Ada hal penting yang menggoda diriku, bahwa aku tidak pernah mengeluarkan cairan saat orgasme. Memang kemaluanku terasa basah bila terangsang, akan tetapi tidak pernah mengeluarkan cairan seperti layaknya Abang mengeluarkan sperma saat ejakulasi. Namun aku selalu merasakan kepuasan yang luar biasa saat aku orgasme. Menurut Abang hal itu biasa pada wanita, bahkan menurut Abang, pacar-pacarnya dulu juga tidak pernah ejakulasi ketika orgasme.

Hal lain yang aku sering lakukan adalah bahwa memang aku seringkali tidak membutuhkan atau tidak menginginkan orgasme pada setiap kontak seksual, terkadang aku hanya ingin melayani Abang. Hal ini tampaknya sulit dimengerti oleh Abang. Abang seringkali memaksakan diri agar aku mengalami orgasme setiap melakukan kontak seksual. Padahal, terkadang aku sangat puas hanya dengan melayani Abang, bukan kepuasan seksual, tapi kepuasan psikologis dapat melayani dan memberikan kepuasan surgawi kepada pasangan yang amat kusayangi.

Keperawanan dan Hubungan Seksual

Aku selalu berusaha menjaga keperawananku. Aku berprinsip bahwa aku tidak ingin melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Aku ingin memberikan kesucianku kepada suamiku. Keinginanku hanya setengah terkabul. Memang yang memerawaniku adalah Abang, akan tetapi sebelum pernikahan, kira-kira 5 minggu sebelum pernikahan kami. Saat itu kami sedang melakukan petting seperti biasa. Sebelum petting kami berdiskusi tentang malam pengantin kami, keperawanan dan impian kami dalam menikmati malam pertama. Aku menceritakan ketakutanku menghadapi malam pertama. Aku tidak dapat membayangkan batang kemaluan Abang (yang menurut ukuranku besar) akan memasuki kewanitaanku yang sangat kecil. Aku juga membayangkan kalau batang kemaluan Abang yang keras memasuki lubang kewanitaanku, tentunya menyakitkan.

Aku banyak mendengar dari teman-teman kuliah yang sudah menikah, atau dari pengalaman orang lain bahwa hubungan seksual pertama kali akan menyakitkan, ada yang sampai tidak bisa berjalan, sakit selama satu bulan, dan lain-lain. Ketakutan itu begitu menghantui diriku. Di satu sisi, aku memang amat ingin merasakan hubungan seksual yang menurut banyak orang begitu nikmat, akan tetapi aku takut untuk melakukan yang pertama. Jika Abang bertanya kepadaku, apakah aku ingin melakukan hubungan seksual di malam pertama atau tidak, aku bingung. Aku sempat mengatakan sebetulnya aku ingin sudah tidak perawan saat malam pertama, agar aku dapat menikmatinya tanpa sakit.

Rupanya Abang salam paham dengan pernyataanku ini. Maka pada malam itu, ketika petting, Abang bertanya apakah batang kemaluannya boleh dimasukkan. Aku saat itu ragu-ragu, antara ingin dan tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa, tapi tidak lama setelah batang kemaluan Abang menggesek-gesek kemaluanku dari luar, aku merasakan sesuatu yang memasuki lubang kewanitaanku. Agak nyeri, dan aku tahu bahwa Abang telah memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kewanitaanku. "Abang..! Jangan Abang.." Bisikku saat itu, Abang seolah tidak mendengar dan aku merasakan batang kemaluannya semakin dalam masuk ke dalam liang senggamaku seiring dengan gerakan pinggul Abang. Aku menolak Abang, saat itu kuputuskan aku tidak ingin melakukannya dahulu, dan aku merasakan sakit pada lubang kewanitaanku.

Karena aku mendorongnya, aku merasakan batang kemaluannya tercabut dari liang kewanitaanku. Agak nyeri, ada perasaan seperti benda yang memaksa masuk, dan ada sensasi seperti (maaf) saat kotoran yang keluar di saat buang air besar, tapi sensasi ini di lubang kewanitaanku. Abang tetap memeluk, dan saat itu bersamaan dengan orgasmenya. Aku merasa lega, karena bersamaan dengan Abang orgasme. Aku pun memeluknya dengan erat.

Setelah Abang melepaskan diri, karena ingin membersihkan tumpahan sperma di kasur, aku melihat ada tetesan darah di paha dan rambut kemaluanku, dan juga di sprei bersama tumpahan sperma Abang. Saat itu aku berpikir bahwa aku dapat haid, karena memang sudah saatnya aku datang bulan. Rangsangan seksual tentunya membantu keluarnya darah, pikirku. Segera Aku membersihkan noda darah di sprei dan di sekitar kemaluanku dengan tissue, Kemaluan Abang juga aku bersihkan dengan tissue. Saat itu masih terasa sensasi adanya barang yang masuk di kemaluanku walaupun sudah tidak ada apa-apa lagi.

Setelah bersih-bersih, dan menghabiskan waktu, sore hari aku memeriksa pembalut wanitaku. Ternyata tidak ada lagi darah keluar. Padahal biasanya pendarahan di hari pertama lumayan banyak. Aku menyampaikan hal ini ke Abang. Abang hanya terdiam, dan dia mengatakan bahwa ada kemungkinan aku sudah tidak perawan lagi.

Aneh, aku tidak merasa menyesal, sedih, atau apapun. Aku hanya berpikiran bahwa kalaupun itu adalah darah perawanku, aku tidak menyesal karena aku berikan kepada Abang, yang saat itu sudah kuanggap sebagai suami (karena tinggal 5 minggu lagi kami akan menikah). Aku hanya khawatir bahwa darah tersebut bukan karena sobeknya selaput dara, akan tetapi karena gangguan dalam rahimku. Pikiran ini terus menghantui diriku sampai seminggu setelah itu. Untungnya Abang bisa meyakinkanku bahwa bukan kelainan, akan tetapi akibat sobeknya selaput keperawananku. Kami sepakat bahwa akan kita lihat pada malam pertama. Jika ternyata aku tidak berdarah lagi, berarti itu adalah akibat sobeknya selaput dara, akan tetapi bila berdarah, ada kemungkinan dari sebab lain. Kami sangat berdebar menunggu hari H. Sampai hari H, kami tidak pernah melakukan lagi, bahkan petting pun jarang kami lakukan. Selain sibuk, aktifitas seksual kami lakukan hanya dengan melakukan petting saja.

Tidak terasa, hari yang ditunggu tiba. Acara pernikahan berlangsung lancar. Aku begitu terharu, begitu juga Abang. Malam pertama kami lewatkan di sebuah hotel. Kami merasa senang sekali, saat mandi, kami mandi berdua, saling menyabuni satu sama lain, begitu menyenangkan. Saat itu juga kami saling mencukur bulu kelamin satu sama lain sampai benar-benar mulus (namun kami berdua sepakat bahwa kami tidak akan mencukur lagi sampai mulus karena amat sangat tidak nyaman ketika rambut-rambut itu tumbuh kembali).

Setelah acara dengan keluarga terdekat selesai dan kami kembali ke hotel, Aku langsung memeluk Abang, mencium pipinya. Berjuta perasaanku saat itu, senang, takut, terharu, lelah, namun ada hal yang amat kusukai, bahwa akhirnya kami berdua bisa menikah dan menjadi suami-isteri. Aku memaksa Abang untuk melakukan malam pertama kami malam itu, semula Abang mengalah dan tidak ingin aku terpaksa karena lelah. Tapi aku memaksa karena aku tidak ingin suamiku tidak merasakan malam pertama, yang ditunggu-tunggu. Abang kemudian mencumbuku, setelah batang kemaluannya tegak sempurna dan sangat keras (hasil latihannya sebelum menikah membuat batang kemaluannya keras luar biasa. Aku sempat takut tapi terkagum-kagum).

Sebelum memasukkan batang kemaluannya, aku menuangkan sedikit baby oil ke lubang kenikmatanku, dan aku juga menuangkannya di batang kemaluan Abang (baby oil ini ide Abang, supaya aku tidak merasa sakit saat pertama kali berhubungan seksual, karena menurut Abang, sakit atau tidak tergantung dari lubrikasi lubang kemaluan). Aku menutup mataku, dan berdebar, sangat takut. Berjuta perasaan ada dalam pikiranku, namun aku berusaha tetap tampak tenang. Tidak lama kemudian, aku merasakan batang kemaluan Abang menyentuh bibir kemaluanku. Dimain-mainkannya ujung batang kemaluan di bibir kewanitaanku. Aku menjadi semakin senewen. Saat itu Abang terus menciumi pipi, leher, kuping sambil terus memainkan ujung batang kemaluan di bibir kemaluanku. Aku menjadi bernafsu, dan mulai mengulum bibir Abang.

Tidak lama kemudian, aku merasakan kemaluanku terasa sedikit panas, dan penuh saat batang kemaluan Abang memasuki lubang kemaluanku. Aku tersentak, ingin rasanya mendorong Abang. Untung tidak aku lakukan, aku malah memeluknya keras. Namun aku tidak dapat menahan rintihanku. Aku hampir menangis ketika Abang berhenti melakukannya dan berkata ingin mencabut kalau aku merasa sakit (Abang begitu perhatian dan sayang padaku, sampai-sampai Abang mau berhenti melakukan kenikmatan malam pertama untukku). Aku begitu terharu, dan aku memintanya untuk meneruskannya. Aku tidak dapat menikmati malam pertamaku. Sakit, dan ada sensasi seperti saat membuang air di kemaluanku saat batang kemaluan Abang keluar masuk. Aku tidak orgasme selama dua malam, tapi aku sangat puas.

Dari malam pertama aku tahu bahwa selaput daraku sudah sobek 5 minggu sebelum pernikahan. Rasa sakit, sepertinya bukan karena sobeknya selaput dara, akan tetapi karena belum terbiasanya lubang kewanitaanku menerima batang kemaluan dan lubrikasi yang kurang.

Hari ketiga, ketika sudah kesekian kalinya kami melakukan hubungan badan, aku mendapatkan orgasme pertamaku yang aku dapat saat melakukan hubungan seksual. Seperti biasa, aku mencapai kenikmatan luar biasa tersebut dengan posisiku di atas. Ada sensasi yang sangat berbeda ketika aku orgasme dengan adanya batang kemaluan yang masih berada dalam liang senggamaku, luar biasa. Sejak saat itu, aku sudah mulai menyukai, amat menyukai, bahkan tergila-gila melakukan hubungan seksual dengan Abang. Begitu menyenangkan dan nikmat sekali. Aku pun lama-lama dapat berhubungan seksual tanpa harus menggunakan baby oil. Saat ini sudah beberapa posisi yang kami coba. Dari semua posisi, aku sangat menyukai dua posisi Missionary: Abang di atas dan memelukku, atau aku di atas dan memeluk Abang dari atas. Posisi terakhir ini yang pasti membuatku orgasme.

Hasil latihan Abang memperkeras batang kemaluannya dan menahan orgasme membuatku sangat tergila-gila untuk selalu melakukan hubungan seksual. Saat aku tidak bersama Abang, biasanya aku bermasturbasi dan membayangkan saat batang kemaluan Abang memasuki lubang kewanitaanku. Sungguh, menurutku tidak ada hal lain yang amat menyenangkan diriku saat aku orgasme ketika melakukan hubungan seksual dengan Abang. Latihan Keggel yang kujalani ternyata dapat membantuku mencapai orgasme dan juga menurut Abang menambah nikmat hubungan seksual ketika aku melakukan kontraksi otot-otot yang aku latih dengan latihan Keggel.

Aku saat ini merasa bahwa aku adalah wanita paling bahagia di dunia, karena aku mempunyai suami yang baik, pengertian, sabar, dapat memenuhi nafsu seksualku yang tidak pernah padam, dan aku termasuk di antara sedikit wanita yang pernah dan sering mengalami orgasme ketika berhubungan seksual. Oleh karena itu, bila anda ingin bertanya, berbagi pengalaman, ingin tips-tips, kritik dan lainnya, silakan Anda menghubungi saya atau suami saya melalui e-mail. Kami berdua akan sangat senang berkomunikasi dengan Anda semua. Semoga tulisan ini dapat berguna.

TAMAT

Kamis, 26 Mei 2011

Pengalaman Seorang Istri 02


Sambungan dari bagian 01

Kontak seksual lain yang kami lakukan sebelum menikah adalah petting. Abang yang memulai mengurangi pakaian yang dikenakan ketika petting. Semula ia mengatakan bahwa kemaluannya agak sakit bila mengenakan celana panjang, ia kemudian hanya mengenakan celana dalam ketika petting, semakin lama, ia memintaku untuk mengganti celana panjang dengan celana pendek, dengan alasan lebih enak dan tidak panas. Biasanya kalau kami berduaan, aku langsung mengganti celana pendek, juga bila aku ke tempat kost Abang karena aku membawa celana pendek, atau menggunakan celana pendek Abang. Selain lebih enak, juga biar dapat dengan segera melayani Abang tanpa harus menunda gejolak dengan mengganti celana dulu. Biasanya nafsuku dapat langsung hilang bila ada sesuatu yang menunda. Lama-kelamaan aku mulai melepas celana pendek dan hanya menggunakan celana dalam saja. Hal ini kulakukan selain aku semakin sayang dan percaya sama Abang, aku lebih senang karena sentuhan kulit dengan kulit semakin terasa.

Suatu kali, ada pengalaman yang sangat menarik, yaitu ketika itu siang hari, dan kami ingin tidur siang bersama (benar-benar tidur). Abang mengatakan bahwa ia ingin membuka celana dalamnya, hal ini memang kebiasaan Abang tidur. Dia mengatakan bahwa Abang punya kebiasaan membuka celana sama sekali ketika tidur. Waktu itu aku tidak percaya, dan tidak mengerti mengapa, aku mengira bahwa Abang mengada-ada. Saat itu aku hanya bilang terserah Abang, dan aku segera masuk selimut dan berbaring miring memunggungi Abang. Tidak lama kemudian Abang berbaring sambil memelukku dari belakang. Aku pegang tangannya, Tidak seperti biasanya, ketika kakiku bergerak, ada perasaan aneh di sekitar pahaku (aku hanya mengenakan celana pendek waktu tidur saat itu). Ada seperti menyentuh rambut halus, dan ada seperti benda Aneh. Aku sukar menggambarkannya, akan tetapi aku berpikir, pasti itu adalah alat kelamin Abang. Aku kaget sekali, dan aku langsung bertanya ke Abang, apakah dia jadi membuka celananya. Abang mengiyakan. Aku terheran-heran.

Kemudian Abang bercerita tentang kondisi kemaluannya, ia bercerita bahwa ia disunat dan seterusnya. Pada waktu itu yang menarik adalah bahwa Abang menawarkan untuk memperlihatkan kemaluannya kepadaku. Aku saat itu sebetulnya ingin sekali melihat, akan tetapi malu untuk memintanya. Abang sepertinya tahu, lalu aku diminta berbaring di dadanya, (aku suka sekali berbaring di dadanya) dengan kepala menengok ke arah kakinya (bayangkan apabila anda bersama pasangan anda berjalan berdua, lalu tangan laki-laki merangkul, seperti itulah kami berbaring, tapi saat ini kepalaku bertumpu pada dadanya), lalu Abang menyingkapkan selimut yang menutupi kemaluannya, dan dari balik selimut aku melihat benda yang belum pernah kulihat (live show) sebelumnya, kelamin pria dewasa.

Aneh rasanya melihat kelamin pria, aku sama sekali tidak terangsang, namun aku tertarik sekali dan ingin melihat lebih jelas. Lalu dengan masih berbaring, Abang menjelaskan kepadaku bagian-bagian, nama-namanya, gunanya dan lain-lain. Ia juga memperlihatkan luka bekas sunat. Ia menceritakan banyak tentang alat kelaminnya. Aku senang sekali mendapatkan pengetahuan baru tentang seksualitas. Alat kelamin pria! Saat itu alat kelamin Abang kulihat jelek sekali, keriput hitam dan ada urat-uratnya, ditambah lagi rambut keriting yang ada di sekitar batang hitam itu. Aku sama sekali tidak tertarik secara seksual melihat kemaluannya.

Abang juga menawarkan kalau ingin menyentuh alat kelaminnya. Aku sedikit bingung, antara mau tahu, malu dan juga agak jijik. Aku hanya menutupkan mata dan menggidikkan wajah. Abang seakan tahu bahwa aku sedang bimbang, maka dia memegang tanganku, dan dibimbingnya tanganku ke kelaminnya. Saat itu tanganku terkepal kuat, namun Abang tetap menyentuhkan jariku ke kelaminnya dengan lembut. Ada suatu yang lembut kurasa di jari-jariku. Perlahan kubuka kepalan tangan, dan Abang tidak lagi memegang tanganku dengan kuat, tapi memegang dengan lembut dan membimbing tanganku menyentuh kelaminnya. Aku pun pelan-pelan mulai melihat tanganku yang sedang menyentuh alat kelaminnya. Aneh, benda jelek seperti ini mempunyai kulit yang sangat lembut. Di dalam scrotum-nya tampak dua bola yang bergerak-gerak.

Aku memberanikan diri untuk memegang batang kemaluannya setelah bertanya apakah akan sakit atau tidak. Aku memegangnya dengan dua jariku. Aku melihat-lihat dan membalik-balikkan batang kelamin Abang, (jeleknya kelamin pria ini, pikirku saat itu). Abang berkata bahwa ia senang sekali karena aku mau memegangnya. Saat itu aku berterima kasih sekali karena Abang mau menunjukkan sesuatu yang baru kuketahui, yang sebetulnya sudah lama aku ingin tahu, seperti apa sih alat kelamin pria itu. Saat ini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bukan hanya melihat, tapi menyentuh, dan memegangnya. Aku pun tahu nama dan guna bagian dari alat kelamin pria, bukan hanya teori, tapi langsung melihat dan menyentuhnya. Saat itu aku merasa senang sekali. Siang itu kami tidak melakukan petting, tapi kami tidur siang berdua, aku tetap berbaring dengan kepala bersandar di dadanya, dan tertidur ketika aku masih memandangi dan memegang mainan baruku.

Sejak aku melihat dan memegang alat kelamin Abang, Abang tambah membekaliku dengan berbagai pengetahuan tentang kontak seksual. Abang mengajariku untuk memanipulasi alat kelamin pria yang benar. Abang mengatakan bahwa pria amat senang apabila wanita memegang alat kelaminnya. Aku tertarik sekali, dan kebetulan setelah berkali-kali aku memegang dan melihatnya, aku tertarik untuk memegangnya. Adalah hal yang menarik dan lucu melihat alat kelamin pria yang tadinya lemas, dan kecil terkulai, bisa menjadi batang keras, besar yang tegak. Tidak jarang batang kemaluan Abang berdenyut. Aku suka sekali sensasi ketika memegang batang kemaluan Abang dan batang kemaluan tersebut berdenyut.

Dari Abang aku diajari cara untuk memegang batang kemaluan secara benar, membelai dan memainkan scrotum yang menyenangkan tapi tidak menyakitkan, aku juga tahu bahwa bagian kepala sangat sensitif jadi sebaiknya tidak dengan gesekan yang terlalu kuat. Saat itu, aku menjadi suka sekali dengan batang kemaluan, terutama memainkannya dengan tanganku. Abang akan menggeliat kenikmatan apabila batang kemaluannya kupelintir-pelintir seperti melinting rokok. Tidak jarang aku sengaja membuka retsleting dan memegangi kelamin Abang ketika di dalam mobil (biasanya malam-malam). Aku menjadi senang memegang batang kemaluan, gemas rasanya memainkan batang kemaluan pria.

Biasanya apabila aku sedang memainkan batang kemaluan Abang, hasratku muncul, dan biasanya akan dilanjutkan dengan petting yang diakhiri dengan orgasme Abang dalam perasan tanganku. Pada kesempatan itulah aku juga tahu tentang sperma yang keluar dari batang kemaluan, rasanya pekat, lengket, berwarna putih dan hangat. Cairan sperma sangat kental dan kalau tidak ditutup atau dihalangi dapat menyemprot keluar jauh sekali. Jadi, setiap Abang mau orgasme, biasanya aku menutupi lubang kelaminnya dengan tissue atau celana dalamnya. Aku lebih senang menutupi dan melap dengan celana dalamnya, karena bila dengan tissue, biasanya tissue akan lengket di tanganku, atau di kelamin Abang.

Tidak seperti yang diceritakan di buku porno ataupun cerita-cerita porno, sperma Abang tidak berbau sama sekali, tapi memang repot juga kalau sudah mau orgasme, sibuk mencari tissue atau celana dalam (tapi aku senang lho). Entah kenapa, aku selalu merasa senang sekali kalau Abang orgasme. Kalaupun aku tidak mengalami orgasme, akan tetapi aku sangat senang dan bahagia melihat Abang orgasme. Hal ini memang tidak terlalu sering terjadi, karena biasanya bila melakukan petting, aku akan orgasme terlebih dahulu, baru kemudian Abang akan orgasme setelah melakukan petting lagi denganku atau dengan aku memijat dan meremas batang kemaluannya.

Petting dan Oral Seks

Pengalamanku bertambah lagi setelah aku mulai berani mencium batang kemaluan Abang. Semula aku ragu-ragu, karena aku masih berpendapat bahwa kelamin itu jorok. Namun setelah Abang berulangkali meyakiniku, bahwa alat kelamin tidak jorok, dan hampir sama dengan anggota tubuh yang lain, maka aku perlahan-lahan mulai memberanikan diri.

Semula aku hanya mau mencium dengan menempelkan bibir saja. Hal itu setelah dipaksa oleh Abang. Tapi lama-lama, aku terbiasa, dan ada daya tarik sendiri, entah apa. Aku menjadi suka menciumi batang kemaluan Abang. Aku lalu bertanya, sebetulnya apa yang disukai Abang. Abang memberikan contoh yang diinginkan dengan jarinya, tapi gambaran tentang cara yang disukai Abang baru jelas setelah Abang memberi contoh dengan pisang. Ya, alat peraganya pisang, dan sangat efektif dalam memberikan pelajaran kepadaku. Abang menjelaskan bahwa ketika aku melakukan oral seks, terkadang gigiku menyentuh kulitnya. Hal ini tidak menyenangkan. Abang mencontohkan caranya supaya tidak ada bekas gigi di kulit pisang. Dan hasilnya? Luar biasa. Aku sendiri terkagum-kagum atas dampak yang aku lakukan ketika mempraktekan hisapanku. Abang begitu menikmatinya, menggelinjang dan mendesah-desah. Aku tidak pernah melihat Abang menikmati kontak seksual seperti saat itu.

Oleh karena itu aku sangat menyukai oral seks, dan sejak itu aku terbiasa dengan oral seks. Aku dapat melakukannya dengan baik, aku biasa melakukannya di mobil, di kamar, dan di mana saja ada kesempatan. Aku suka sekali melihat Abang menggelinjang kenikmatan, aku suka sekali melihat dan merasakan batang kemaluan Abang bergerak-gerak ketika dirangsang. Biasanya batang kemaluan Abang akan sangat cepat ereksi bila aku menghisap kepala batang kemaluan, dan memainkan lidahku di kepala batang kemaluan seperti sedang menghisap permen kojak (tahu kan, permen bundar yang ada gagangnya).

Setelah sering kami melakukan petting atau oral seks, dengan keadaan Abang bugil, dan aku hanya mengenakan pakaian dalamku, lama-lama aku berani juga membuka celana dalamku ketika petting. Hal ini aku beranikan setelah mendengar cerita Abang tentang temannya yang suka melakukan petting dengan pacarnya tanpa mengenakan apapun, tapi tidak melakukan penetrasi. Aku tertarik juga, lagi pula selama ini Abang suka memasukkan kelaminnya ke celana dalamku, jadi sama saja. Akhirnya pada suatu saat aku membiarkan Abang membuka celana dalamku.

Semula aku masih malu dan menutupi kemaluanku dengan tangan bila Abang melihat ke arah kelaminku. Aku juga masih belum memberikan kesempatan kepada Abang untuk memegang alat kelaminku. Tapi itu tidak bertahan lama. Lama-kelamaan kepercayaanku kepada Abang semakin meningkat dan membiarkan Abang melihat dan memegang alat kelaminku. Aneh rasanya alat kelaminku dipegang orang, berarti Abang adalah orang asing pertama yang memegang alat kelaminku. Aku kurang begitu senang bila alat kelaminku dipegang, apalagi kalau masih kering. Lubang kemaluanku memang sulit basah. Terkadang bisa kering dengan cepat kalau rangsangan tiba-tiba hilang. Karena aku sering mengeluh, akhirnya Abang jarang memegang dan menyentuh kelaminku lagi. Padahal sebetulnya nikmat juga kalau sudah terangsang.

Suatu saat, kami sedang bercumbu dan aku hanya mengenakan BH-ku saja, kemudian Abang menciumi badanku. Aku sangat menyukai bila Abang mulai menciumi seluruh tubuhku, terasa geli tapi nikmat. Ciuman Abang mulai turun ke bawah, aku tahu, pasti Abang akan melakukan oral seks terhadap diriku. Aku menolak, dan mati-matian aku tidak mau Abang melakukan oral seks kepada diriku. Aku tidak mau Abang kecewa setelah melakukan oral seks kepada diriku. Aku takut Abang mencium bau yang tidak sedap di area kewanitaanku. Aku tidak mau Abang menciumi daerah tubuhku yang kotor. Aku selalu meminta Abang untuk langsung memelukku dan melakukan petting seperti biasa, hanya dengan cara seperti ini aku berusaha merayu Abang untuk tidak melakukan oral seks, tapi tetap melakukan kontak seksual. Lama-kelamaan, Abang bertanya, mengapa aku menolak. Aku mengatakan sejujurnya tentang pandanganku. Abang tertawa mendengar penjelasanku, dan ia kembali memberikan penjelasan kepadaku tentang oral seks. Tidak lupa ia selalu memberikan literatur-literatur tentang oral seks dan menerangkan kepadaku dengan sabar.

Suatu saat, setelah aku yakin, aku membiarkan Abang melakukan oral seks kepada diriku. Ternyata luar biasa! Aku tidak dapat mengungkapkan perasaan nikmat yang kurasakan ketika Abang melakukan oral seks. Biasanya aku hanya bisa menggelinjang, meremas bantal atau memeluk bantal erat-erat ketika Abang memainkan lidahnya di sekitar bibir kemaluan atau di klitorisku. Sensasional sekali. Sayangnya aku tidak dapat mendekap tubuh Abang ketika Abang sedang melakukan oral seks. Aku merasa bahwa aku tidak akan bisa orgasme kalau aku tidak memeluk Abang. Maka biasanya bila kenikmatan begitu memuncak, aku menarik Abang untuk melakukan petting seperti biasa dan kemudian tidak lama kemudian aku akan mendapat orgasme.

Bersambung ke bagian 03

Rabu, 25 Mei 2011

Pengalaman Seorang Istri 01


Setelah didesak oleh suamiku, dengan alasan bahwa tidak ada salahnya berbagi pengalaman agar rekan-rekan dapat melihat dan menambah pengetahuan tentang kehidupan seksual kami, akhirnya aku mau juga menceritakan pengalaman seksualku, dengan syarat bahwa tidak ada nama sesungguhnya. Saat ini jika anda membaca tulisan ini, suami sayalah yang menulis serta meramu menjadi suatu tulisan, saya hanya bercerita tentang pengalaman, perasaan dan pikiran saya. Silakan apabila anda ingin bertanya, sharing ataupun berdiskusi, dengan saya ataupun dengan suami saya.

Pacaran dan Kontak Seksual

Sejak kecil, orang tuaku menekankan bahwa area kelamin adalah jorok, kotor dan sebagainya. Aku masih ingat ketika masih kecil, ketika aku memegangi kelaminku, ibuku mengatakan bahwa itu tidak bagus, jorok, kotor, banyak kuman. Mungkin karena sejak kecil ditanamkan hal tersebut, maka sampai aku berpacaran, aku tidak pernah masturbasi. Tidak terlintas dalam pikiranku untuk memikirkan hubungan seksual atau memainkan alat kelaminku sendiri. Selama aku belum mengenal suamiku, hampir tidak ada kontak seksual antara aku dan pria.

Aku hanya berpacaran 2 kali. Pertama pada saat duduk di bangku SMA, yang kedua adalah dengan Abang, suamiku. Pada saat berpacaran untuk pertama kali, kami berpacaran tidak sungguh-sungguh. Pada saat itu aku masih tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam berpacaran (aku anak yang dimanja orang tua, sampai SMP aku masih bersikap layaknya anak kecil, dan orang tuaku over protective). Hubunganku dengan pacar pertama hanya singkat saja, hanya berjalan 1 bulan, itupun tanpa jalan bareng, tanpa datang ke rumah dan lain-lain. Hanya berpacaran atau bertemu dan mengobrol ala kadarnya di sekolah. Tidak ada kontak seksual sama sekali dengannya.

Makin lama memang pengetahuanku tentang seksualitas meningkat seiring dengan usiaku yang bertambah, pada waktu di SMA aku sudah mengetahui tentang hubungan seksual, akan tetapi aku tidak merasa tertarik untuk melakukannya. Pernah bersama teman-temanku menonton film biru. Aku terkaget-kaget menyaksikan adegan itu, karena tidak mengira ada orang yang mau mempertontonkan alat kelamin mereka dan memainkannya dengan tangan, mulut, dan terakhir bersenggama. Aku dan temanku muak melihatnya, hanya beberapa adegan, kemudian kami mematikan film tersebut dan termangu, dan kami berkomentar bahwa hal itu menjijikan.

Menonton film (apalagi film porno), mendengar cerita jorok tidak membuatku ingin melakukan hubungan seksual. Namun seiring dengan itu, beberapa kali aku ingat bahwa aku bermimpi bermesraan dengan pria, dan muncul hasrat seksual, akan tetapi kepuasan itu tiba tanpa adanya hubungan seksual, hanya sekedar bermesraan, atau berpelukan. Aku tidak ingat berapa kali aku bermimpi seperti itu, tapi yang jelas tidak terlalu sering, biasanya hal ini datang periodik, seperti halnya datang bulan. Aku berpikir, mungkin ini disebabkan siklus hormon dalam diriku saja.

Dengan Abang, demikian panggilanku kepada pacar kedua, yang sekarang adalah suamiku, lain. Kami berpacaran ketika aku sudah kuliah. Kami bertemu di kampus. Hubungan kami pun semula biasa saja, sebatas junior dan senior. Tidak ada perasaan deg-degan ketika bertemu dengannya, aku juga tidak ngecengin Abang, dan dari pengakuannya, sebetulnya Abang pada saat itu sebetulnya sedang berusaha mendekati teman dekatku, Vita.

Hubunganku dengan Abang berjalan cukup lama, kami menikah setelah kurang lebih 4 tahun berpacaran. Karena Abang lebih dulu lulus, maka tahun-tahun terakhir berpacaran, kami berbeda lokasi yang lumayan jauh, yang mana tidak dapat bertemu setiap saat. Namun, selama kami berada di satu kota, banyak hal yang berkaitan dengan kontak seksual yang aku dan Abang lakukan selama berpacaran. Dan pengalaman seksualku dengan Abang adalah pengalaman seksual yang pertama, dan satu-satunya pria yang kusayangi.

Kontak seksual dengan Abang pertama adalah ketika Abang mencium keningku. Saat itu aku merasa senang sekali karena aku merasa bahwa Abang sayang padaku. Sejak saat itu, Abang mulai berani mencium pipiku. Setiap ada kesempatan, pasti Abang mencium pipiku. Aku merasa senang bila Abang mencium pipiku. Terkadang aku merinding geli, dan ada rasa aneh yang menjalar di sekujur badan bila Abang mencium pipiku lama-lama dan mulai menciumi bagian dekat telinga.

Aku tidak ingat lagi, kapan pertama kali Abang mencium bibirku. Saat itu aku masih kaku sekali. Abang mencium bibirku, dan aku hanya diam saja, tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Saat itu ciuman di bibir terasa biasa saja, tidak ada aliran listrik, tidak ada serr. Biasa saja. Aku malah lebih senang bila Abang mencium kening atau pipiku. Apalagi kalau mencium pipi lama-lama. Aku jadi bingung, kenapa banyak yang bilang bahwa ciuman bibir menyenangkan, menggairahkan dan lain-lain. Aku tidak dapat merasakan kenikmatannya. Semakin sering berciuman, Abang mengajariku teknik berciuman. Aku mengambil kesimpulan, aku ikuti apa yang Abang lakukan terhadap diriku. Kalau Abang mengisap bibirku, maka aku juga melakukan hal yang sama. Ternyata ciuman bibir begitu menyenangkan sekali. Aku sangat menyukainya, apalagi bila mulai memainkan lidah. Ada perasaan nikmat tersendiri ketika aku mengulum bibir dan lidah Abang.

Saat berciuman, biasanya tangan Abang memeluk diriku sehingga tangannya melingkari badanku, sehingga tangannya dapat menggosok-gosok punggungku. Aku sangat menyukainya, karena aku merasa begitu dekat dengan dirinya. Sejak kecil, memang aku selalu dimanja, oleh karena itu, aku sangat senang kalau dipeluk, dielus-elus dan dimanja. Lama-kelamaan, Abang semakin berani, ia tidak hanya menggosokkan tangannya dari luar baju, akan tetapi mulai masuk melalui bawah baju atau kaos yang aku pakai dan membelai langsung kulit punggungku. Semula aku agak risih, tapi lama-lama aku tidak keberatan, dan malah aku merasa senang sekali. Semakin lama kami berpacaran, kontak seksual kami semakin seru.

Setelah seringkali kami berciuman, berpelukan dan akhirnya pada suatu saat, kami bercumbu, dan kami berada dalam posisi aku terbaring telentang, dengan tubuh Abang berada di atasku. Aku merasakan sesuatu yang keras di bagian alat kelaminku. Aku tidak mengerti bahwa yang menempel pada alat kelaminku adalah alat kelaminnya yang mengeras. Aku hanya merasakan ada kenikmatan ketika alat kelaminku terkena bagian tubuh Abang yang keras, tanpa sadar aku biasanya ikut menggoyangkan pinggulku ketika Abang menggoyangkan pinggulnya menekan lebih kuat bagian tubuhnya ke kelaminku.

Gerakan itu tidak kurencanakan, tapi entah kenapa saat itu aku menggerakkan pinggulku, walaupun kami masih menggunakan celana lengkap (aku lebih sering menggunakan celana jeans dari pada rok) namun aku dapat merasakan nikmat pada diriku. Semakin aku bergoyang, rasa nikmat itu bertambah, ada rasa nikmat pada alat kelaminku. Biasanya setelah lama bercumbu seperti itu, Abang mengejang dan lemas. Aku baru tahu, bahwa saat mengejang itulah Abang orgasme. Biasanya akan tampak basah di celananya. Aku merasa lega bila Abang sudah mencapai puncak kepuasan bila sedang bergumul, bukan karena aku merasa puas, akan tetapi terlepas dari rasa takut dan rasa bersalah. Aku selalu merasa bahwa ada perasaan yang tidak enak, perasaan bersalah dan rasa takut, sepertinya aku merasa sangat berdosa.

Aku serba salah, selama bergumul, aku merasa ada hasrat atau keinginan yang aneh, kemaluanku sangat nikmat jika tertekan tubuh Abang. Aku sangat menikmatinya. Beberapa kali, terutama jika aku mengenakan celana yang berbahan halus, aku bisa mencapai orgasme. Sebelumnya aku tidak pernah orgasme. Beberapa kali bergumul aku merasakan orgasme, perasaan yang nikmat luar biasa. Di sisi lain, setelah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, aku selalu merasa bersalah, berdosa dan ingin rasanya menyendiri. Oleh karena itu, setelah orgasme biasanya aku segera melepaskan diri dari dekapan Abang, dan minta Abang turun dari tubuhku. Hal ini disebabkan aku ingin menyendiri, tidak ingin bersama Abang, dan menyesal. Ironisnya, aku tidak tahu apa yang aku sesali. Aku melakukan hal itu bersama, dan sebetulnya kami tidak melakukan hubungan seksual yang sebenarnya, jadi tidak harus merasa terlalu bersalah. Akan tetapi aku sendiri tidak tahu, kenapa perasaan bersalah, berdosa itu selalu muncul ketika bercumbu berat ataupun setelah orgasme.

Tidak jarang berpikir bahwa aku tidak akan melakukannya lagi. Tapi pikiran ini tidak pernah terjadi, aku selalu dan selalu akan melakukan hal itu lagi tanpa dapat menahan keinginanku. Berkali-kali itu pula Abang selalu kuminta melepaskan pelukan dan dekapan ketika aku habis orgasme. Suatu saat Abang bertanya, mengapa aku selalu menolak atau meminta Abang untuk melepaskan pelukan. Aku berbohong mengatakan bahwa jika aku orgasme aku merasa kepanasan. Hal ini berulang kali setiap kami bergumul, dan setiap kali aku orgasme, dengan penuh perhatian Abang mengipasi diriku dengan majalah, koran ataupun kipas.

Lama kelamaan aku merasa tidak enak telah berbohong dengan orang yang aku sayangi. Akhirnya aku mengakui bahwa ada perasaan tidak enak ketika habis melakukan kontak seksual, apalagi kalau orgasme. Bahkan terkadang aku merasakan perasaan itu ketika hasrat seksualku mulai bangkit, ketika sedang bercumbu. Abang mengerti perasaanku, dan Abang bercerita bahwa sebelumnya Abang juga merasakan hal yang sama, yaitu perasaan bersalah yang amat sangat setelah bermasturbasi (lihat pengalaman seksual Abang pada tulisan terdahulu). Abang bercerita bahwa hal itu dapat hilang dengan sendirinya bila kita menganggap bahwa hal itu hal yang wajar, biasa saja, dan kita juga memahami bahwa sebetulnya dorongan seksual adalah normal untuk setiap manusia. Jadi kita tidak perlu merasa terlalu bersalah untuk melakukan hal ini (jika dipikir memang apa yang Abang katakan benar, tapi tentunya hal ini tidak sesuai dengan norma yang ada).

Secara logika aku menerima pendapat Abang, bahwa kebutuhan seksual adalah salah satu kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi, seperti: makan, minum, tidur. Perlahan-lahan aku mencoba untuk menerima saran Abang. Aku berusaha melupakan perasaan bersalah. Abang juga terus meyakinkan aku dengan menunjukkan kepadaku literatur-literatur serta tulisan-tulisan yang dia peroleh dari berbagai sumber tentang kehidupan seksual wanita. Buku pengetahuan tentang seksual Abang, baik dari dalam maupun luar negeri cukup banyak. Beberapa literatur diberikannya kepadaku. Perlahan-lahan memang perasaan bersalah itu berkurang, namun, tetap tidak dapat hilang dari perasaanku. Aku masih tetap merasakan perasaan bersalah.

Tentang Kelamin Pria

Sejalan dengan umur pacaran kami, kami menjadi lebih berani dalam bercumbu. Kami menjadi lebih saling terbuka dalam mengungkapkan masalah-masalah seksual. Ada hal yang amat berharga bagiku, yaitu bahwa Abang tidak senang bila ia ditolak ketika pergumulan sedang mulai, biasanya dia akan muram bila pergumulan berjalan setengah dan terhenti. Hal lain yang aku pelajari adalah bahwa Abang sangat tidak senang apabila ketika sedang bergumul aku tertawa. Kejadiannya adalah, Abang selalu berusaha untuk memegang payudaraku ketika sedang bergumul, entah mengapa, aku tidak dapat menikmatinya, geli sekali apabila payudaraku diraba.

Suatu kali karena tidak tahan, aku tertawa ketika payudaraku diraba. Abang marah sekali saat itu. Untunglah Abang mau mengerti bahwa aku bukan mentertawakan apa yang kita lakukan, akan tetapi karena geli sekali. Abang mau mengerti, akhirnya Abang mengalah dan tidak lagi mencoba memegang payudaraku (that's why I love him, sabar dan mau mengerti aku). Aku sendiri tidak mengerti, kenapa aku sangat geli ketika payudaraku disentuh. Dari cerita-cerita teman-teman maupun bacaan yang kubaca, aku tahu bahwa biasanya wanita akan sangat terangsang dan senang bila payudaranya disentuh atau dipegang pada saat melakukan kontak seksual. Payudara adalah bagian tubuhku yang paling akhir Abang lihat dan sentuh. Abang malah terlebih dahulu melihat kemaluanku sebelum melihat payudaraku (lihat tulisan tentang payudara).

Bersambung ke bagian 02

Minggu, 22 Mei 2011

paha mulus abg sma, duduknya gak sopan



anak sma cakep

Senin, 09 Mei 2011

Tarian cewek bugil porno Video


Tarian cewek bugil porno Video - hot sexy sex love seks bispak perek girls woman porn bokep video telanjang gadis bogel vidio porno perempuan wanita seksi artis ... foto perek pelacur is on fire at Great sexy Girls ... Ngentot Perek, Artis Bugil, Foto ... - Gadis Bugil Sexy Ngentot ... Taluh-x: Cewek Perek Sexy Ni 5 groups discussing foto pelacur jepang. wanita ... sexy hot girls with sexy ... gambar pantat semok sma perek cantik sexy suka bugil ... Information, Comments, Reviews Perek Sexy Suka Bugil. Cewek Sexy, hot ... wanita muda cantik ayu; photo manis cewek hot bugil; perek sexy suka bugil; perek sexy suka bugil ... Tarling SMS model bugil hot telanjang Video Tarling SMS model bugil hot telanjang Video - http://fortrad.blogspot.com/hot sexy sex love seks bispak perek girls woman porn ... wanita, seksi, artis, bugil. Fullscreen Photo bokep Gadis Cantik Hot Montok Wanita Hot ... hot montok cewek perek sexy bugil; Hot cewek perek sexy suka montok; hot bugil gadis ayu montok

Gadis SMU Pakaian Sekolah Bispak






























Sabtu, 07 Mei 2011

Video ngintip cewek mandi di sungai


Wanita bugil mandi di sungai Koleksi Foto Bugil Ngintip-abg-bugil.html Kumpulan Foto Bugil dan ... Time:6:24. sex scene film cewek cantik mandi di sungai Player. sex Photo Cewek Cantik Hot Sexy YouTube - NGINTIP CEWEK MANDI DIKAMAR MANDI SISTER ... panas bugil telanjang bokep ngentot cewek gadis abg dian sastrowardoyo beha indonesia artis cantik ... suruh cewek bugil,cewek terlanjang,cewek sma, ngintip cewek mandi ... Ngintip Cewek Mandi downloads Download ngintip cewek mandi files from rapidshare ... ngintip cewek cantik mandi 3gp Host: Rapidshare Size: 314.88 KB ... ngintip abg mandi zip Host: Rapidshare Size: 5.54 MB ngintip gadis bugil mandi telanjang di sungai gallery photo ... ngintip gadis bugil mandi telanjang di sungai sambil ngentot ... 17 17 tahun 17tahun ABG artis bali bareng Bikini bispak ... ini khusus menampung gambar dan foto cewek cantik

Jumat, 06 Mei 2011

Tante Wiwik Bugil Pantat Semok


KLIK Pada Gambar Untuk Memperbesar




Memek Basah Mahasiswi


Memek basah habis ngentot Video Bokep dan Foto Bugil ... Ngentot, Sexy, Bugil, Memek basah ... Foto Gadis Cantik Memek BAsah Harum; Mahasiswi Cantik Habis Ngentot; Cewek Jepang Hot Bugil; ... bugil pamer toket montok ; Artis bugil ... gadis cina bikini cewek cina hot Memek Mahasiswi - Gadis Seksi Cewek Telanjang Bugil Includes Toket Gede, Cewek Bugil Ngentot, Ngentot, Cantik, Foto, Yang, Gadis Bugil Indonesia, Bokep, Memek Kontol and Hot Montok ... Memek Basah Mahasiswi Seksi. The first
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Yang Diikuti

Blog Artis Seksi dan Dewasa

arumi bachsin - bikini artis - artis sinetron - julia perez - nikita willy - model hot - dwi putrantiwi - aura kasih - jennifer dunn - dara the virgin - gita gutawa - bunga citra lestari - cinta laura - ratu felisha - agnes monica - dewi persik - tika putri - yuni shara - tina talisa - shireen sungkar - pevita pearce - revalina s temat - kiki amalia - andi soraya - juwita bahar - lyra virna - indah kalalo - jessica mila - profil selebritis - aurelie moeremans - putri penelope - VJ Franda - masayu anastasia - nia ramadhani - baby margaretha - asmirandah - sandra dewi - farah quinn - anita hara - emma santos - five vi rahmawati - magdalena - rahma azhari - mulan jameela - wiwid gunawan - yeyen lidya - syahrini - happy salma - donita ramadhani - ashanty siddik - adelia rasya - ayu anjani - thalita latief - maria ozawa miyabi - sarah azhari - qory sandioriva - Artis Cewek Abg - blogdewasa bb 18+ - artikel pria dewasa - janda cantik - tante impian - video mesum artis - cantik bugil - artis indo seks - abg nakal - tentang payudara - ketawa yuk - blog motivasi - aneka tips dan trik - artikel bisnis - anti gemuk - - rahasia cewek - rahasia cowok - ayo selingkuh - tips pacaran - lelaki jantan - tips love - rahasia sex - primasutra - dokter seks - stop menjomblo - ayo cari pacar - cewek facebook bugil - cewek jilbab hot - bella nasyahab - ilmu dewasa - artis cewek seksi - cerita seru 17 tahun - model exotica - debby ayu bugil - seksi popular model - cewek cantik idaman - wanita cantik seksi - foto artis plus gosip - kabar hot artis - mikha tambayong - cerita seks artis mesum - laura basuki - spg seksi - video abs smu - cewek igo exotic - gosip artis terpanas -